Tunjangan Hakim MA 300% Bentuk Disorientasi Antikorupsi

Anwar Khumaini, detik.com

02/04/2008 17:44 WIB

Jakarta – Kenaikan tunjangan hakim di lingkungan MA dan Pengadilan Tinggi naik hingga 300 persen per 1 April 2008. Kenaikan ini dianggap kontra produktif dan berlawanan dengan program antikorupsi yang digagas oleh pemerintah.

“Tunjangan kinerja MA dan pengadilan ini merupakan bentuk disorientasi program anti korupsi,” ujar peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah dalam diskusi di Kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Rabu (2/4/2008).

Menurut Febri, kenaikan tunjangan ini tidak akan membuat para hakim bekerja dengan maksimal. Kenaikan ini hanya dianggap efektif untuk mencegah korupsi di level yang rendah.

“Renumerasi (kenaikan tunjangan) hanya efektif untuk mencegah korupsi kelas teri,” ketus pria asal Sumatera Barat ini.

Febri meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi kenaikan tunjangan ini. Jika dianggap tidak efektif, kenaikan ini harusnya dibatalkan saja.

Mulai 1 April kemarin, ketua MA memperoleh tunjangan sebesar Rp 31,1 juta dan wakil ketua MA Rp 25,8 juta. Ketua Pengadilan Tinggi Rp 13 juta, hakim pengadilan tinggi Rp 10,2 juta dan terendah hakim pengadilan tinggi kelas II Rp 4,2 juta. Kenaikan tunjangan tersebut belum termasuk gaji pokok.

Jumlah yang beda-beda tersebut juga dianggap rawan terjadinya persaingan tidak sehat. Dengan berbagai cara, tiap-tiap hakim akan saling berlomba untuk naik jabatan sehingga tunjangannya pun menjadi naik.

“Para hakim akan berlomba untuk menjilat supaya jabatannya naik. Ini juga akan menimbulkan kecemburuan di departemen-departemen lain yang gajinya lebih kecil,” ujar Wakil Ketua Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yuna Farhan dalam kesempatan yang sama.

Sementara pendapat lain diungkapkan oleh akademisi yang juga mantan hakim, Asep Iwan Iriawan. Menurutnya gaji hakim di Indonesia sangat kecil.

“Makanya kenapa saya keluar jadi hakim. Gajinya harusnya melebihi presiden. Karena dia wakil Tuhan di bumi. Dia bisa memutuskan apa pun, termasuk menghilangkan nyawa orang,” beber Asep berapi-api. ( anw / mly )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s