Tunjangan Hakim MA Naik 300 %

Harian TRIBUN Timur,

Kamis, 03-04-2008

Jakarta, Tribun – Terhitung mulai 1 April 2008, hakim di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Tinggi (PT) di Indonesia mendapatkan kenaikan tunjangan hingga 300 persen. Tunjangan yang bervariasi ini di luar gaji pokok hakim.
Oleh kalangan LSM, kenaikan ini. dianggap kontra produktif dan berlawanan dengan program antikorupsi yang digagas pemerintah.
“Tunjangan kinerja MA dan pengadilan ini merupakan bentuk disorientasi program anti korupsi,” ujar peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah dalam diskusi di Kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Rabu (2/4).
Menurut Febri, kenaikan tunjangan ini tidak akan membuat para hakim bekerja dengan maksimal. Kenaikan ini hanya dianggap efektif untuk mencegah korupsi di level yang rendah.
“Renumerasi (kenaikan tunjangan) hanya efektif untuk mencegah korupsi kelas teri,” katanya.
Febri meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi kenaikan tunjangan ini. Jika dianggap tidak efektif, kenaikan ini harusnya dibatalkan saja.
Jumlah yang beda-beda tersebut juga dianggap rawan terjadinya persaingan tidak sehat. Dengan berbagai cara, tiap-tiap hakim akan saling berlomba untuk naik jabatan sehingga tunjangannya pun menjadi naik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s