Tanggal-tanggal Penting bagi Pemberantasan Korupsi Tahun 2012

Sekitar 76 peristiwa penting di tahun 2012

JANUARI
10 Januari 2012: MA batalkan vonis bebas kasus korupsi Gubernur Bengkulu, Agusrin Najamuddin. Agusrin kemudian mengajukan PK. MA tetap menolak PK Agusrin. MA menjatuhkan vonis 4 tahun.
26 Januari 2012: Ketua KPK umumkan Miranda Swara Gultom sebagai tersangka dalam kasus Cek Pelawat
26 Januari 2012: Wa Ode Nurhayati, tersangka kasus suap DPID ditahan KPK

FEBRUARI
3 Februari 2012: Ketua KPK mengumumkan Anggelina Sondakh sebagai tersangka kasus korupsi terkait Wisma Atlet
13 Februari 2012: KPK mengumukan M. Nazaruddin kembali menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang pada pembelian saham Garuda Indonesia Rp. 300 miliar
22 Februari 2012: MA batalkan vonis bebas Bupati Subang, Eep Hidayat dan menjatuhkan vonis 4 tahun penjara.
28 Februari 2012: Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Hakim Syarifuddin atas kasus suap terkait kepailitan.s
29 Februari 2012: Terdakwa Kasus suap Jaksa Sistoyo dibacok setelah keluar dari ruang Pengadilan Tipikor Bandung

MARET
1 Maret 2012: Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali dilantik.
7 Maret 2012: MA batalkan vonis bebas kasus korupsi Walikota Bekasi, Mochtar Muhammad dan menjatuhkan vonis 6 tahun penjara.
12 Maret 2012: Kejaksaan Agung memulai penyidikan kasus dugaan korupsi Bioremediasi Cevron
13 Maret 2012: Penyidik KPK protes pada Ketua KPK terkait pemulangan dan penarikan sejumlah Penyidik oleh Mabes Polri. Beberapa penyidik sedang menangani kasus-kasus besar.
16 Maret 2012: Walikota Semarang Soemarno Hadi S ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi suap pengesahan APBD Semarang Tahun 2012
19 Maret 2012: MA batalkan vonis bebas Bupati Lampung Timur, Satono dan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara.
26 Maret 2012: Ketua DPRD Semarang, Murdoko ditetapkan sebagai tersangka korupsi suap pengesahan APBD Semarang Tahun 2012
30 Maret 2012: KPK tahan Walikota Semarang

APRIL
4 April 2012: KPK tangkap tangan 7 anggota DPRD Riau dan pejabat pembda dalam kasus dugaan suap anggaran PON 2012. Kemudian, 4 dari 7 ditetapkan sebagai tersangka.
17 April 2012: Kabareskrim, Sutarman mengumumkan mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadhilah Supari sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan tahun 2005. Kasus ini tidak jelas perkembangannya hingga akhir tahun 2012.
20 April 2012: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4 tahun 10 bulan dan denda RP. 200 juta pada M. Nazaruddin. Dalam putusan ini, Majelis Hakim meletakkan dasar yang penting tentang korupsi yang dilakukan secara sistematis melalui sarana korporasi. Hakim menyebut Nazaruddin sebagai directing mind.
23 April 2012: KPK menetapkan warga Negara Jepang, Shiokawa Toshio Direktur PT Onamba Indonesia karena diduga menyuap Hakim Ad Hoc PHI, Imas Dianasari.
24 April 2012: Wa Ode Nurhayati kembali ditetapkan KPK sebagai tersangka dengan Undang-undang Pencucian Uang. Untuk pertama kali KPK menggunakan UU No. 8 tahun 2010 tentang Pencucian Uang dalam kasus korupsi.
27 April 2012: Anggelina Sondakh ditahan KPK di “Jumat keramat”. Sebelumnya 9 tersangka KPK juga ditahan di hari Jumat.

MEI
Awal Mei 2012: beredar informasi dan dokumen yang mengatakan salah satu saksi kunci KPK dalam membongkar kasus Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya atas dasar laporan Nazaruddin. Hal ini kemudian dibantah Humas Polda.
8 Mei 2012: KPK merilis laporan kinerja Januari-April 2012. Telah menyelamatkan keuangan Negara dari penanganan kasus korupsi Rp. 24,8 miliar.
8 Mei 2012: KPK tetapkan 2 tersangka baru dalam kasus suap anggaran PON
9 Mei 2012: Nunun Nurbaeti divonis 2 tahun 6 bulan dan denda Rp. 150.000.000,- di Pengadilan Tipikor dalam kasus Cek Pelawat
9 Mei 2012: MA batlakan vonis bebas kasus korupsi Bupati Lampung Tengah, Andi Achmad Sampurna Jaya dan menjatuhkan vonis 12 tahun penjara.
16 Mei 2012: MA kuatkan vonis bebas kasus korupsi Wakil Bupati Jember, Kusen Andalas. Sebelumnya 10 Maret 2011, Pengadilan Negeri Jember menjatuhkan vonis bebas.

JUNI
1 Juni 2012: pada hari Jumat ini Miranda S. Gultom ditahan KPK. Miranda adalah tersangka ke-11 yang ditahan KPK di hari Jumat.
6 Juli 2012: KPK tangkap Bupati Buol. Sebelumnya sempat ada perlawanan terhadap penyidik KPK yang hendak menangkap Bupati Buol, Amran B. Kasus ini kemudian berkembang dengan penetapan tersangka salah satu Dewan Pembina Partai Demokrat, Hartati Murdaya.
7 Juni 2012: KPK tangkap tangan pegawai pajak KPP Sidoarjo, Tommy Hindratno dalam kasus dugaan suap pengurusan restitusi pajak PT. Bhakti Investama.
13 Juni 2012: Neneng Sri Wahyuni ditangkap KPK
18 Juni 2012: MA kuatkan vonis bebas kasus korupsi terhadap Wakil Walikota Bogor, Ahmad Ru’yat. Kasasi JPU dinyatakan tidak diterima (N.O.)
18 Juni 2012: MA kuatkan vonis Lepas kasus korupsi terhadap Rudy Kuntjoro Soendoro dalam kasus pengadaan lift RS Bakti Dharma Husada senilai Rp 7,3 miliar.
19 Juni 2012: Wa Ode Nurhayati diajukan ke persidangan dengan dakwaan korupsi dan pencucian uang.
20 Juni 2012: Pegawai Bea Cukai dan 5 orang lainnya termasuk warga Negara Amerima Serikat ditangkap KPK saat transaksi suap di Bandara Cengkareng. Kasus ini kemudian dilimpahkan pada Polri.
26 Juni 2012: Saweran Gedung KPK dibuka. Karena Komisi III DPR-RI masih menghambat anggaran untuk pembangunan Gedung KPK, masyarakat melakukan aksi pengumpulan dana atau koin untuk pembangunan Gedung KPK.
28 Juni 2012: KPK umumkan Anggota DPR dari fraksi Golkar, Zulkanain Djabar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quq’an dan laporatorium Madrasah Tsanawiah.

JULI
20 Juli 2012: KPK tetapkan Dedy Kusdinar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pusat Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
24 Juli 2012: KPK mengirimkan surat cegah terhadap Emir Moeis sebagai tersangka dalam kasus PLTU Lampung.
27 Juli 2012: KPK mulai melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Driving Simulator dengan tersangka Mantan Kepala Korlantas, Irjen Pol Djoko Susilo dan kawan-kawan.
30 Juli 2012: KPK geledah kantor Korlantas Mabes Polri terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan driving Simulator dengan tersangka mantan Kepala Korlantas, Djoko Susilo. Penggeledahan ini tidak berjalan mulus. Pihak Polri menghalang-halangi penyidik KPK untuk membawa berkas hasil penggeledahan. Dimulai sejak Pk. 16.00 WIB, petugas KPK baru bisa kembali ke kantor KPK di Jl. Rasuna Said pada esoknya, hari Selasa 31 Juli 2012 sekitar Pk. 19.40 WIB
31 Juli 2012: Bareksrim Mabes Polri umumkan penetapan 4 orang sebagai tersangka kasus Driving Simulator, tidak termasuk Irjen Pol Djoko Susilo. Tiga diantara tersangka yang ditetapkan Polri ini sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sejak saat ini terjadi perdebatan yang keras antara KPK-Polri dan pihak lainnya tentang kewenangan penanganan kasus Simulator.

AGUSTUS
3 Agustus 2012: Polri tahan 4 tersangka kasus korupsi driving Simulator. 3 diantaranya adalah tersangka yang sama di KPK.
8 Agustus 2012: KPK tetapkan Dewan Pembina Partai Demokrat, Hartati Murdaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Bupati Buol.
17 Agustus 2012: KPK tangkap 2 Hakim Ad Hoc Pengadilan Tipikor di Semarang

SEPTEMBER
10 September 2012: Mabes Polri menarik 20 penyidik KPK melalui surat R/1787/IX/2012/SSDM tertanggal 10 September 2012.
13 September 2012: KPK menandatangani MoU dengan TNI, salah satunya tentang penggunaan Rumah Tahanan Guntur yang akan digunakan untuk tahanan KPK. MoU ini merupakan perubahan ketiga sejak pertama kali dilakukan tahun 2005.
16 September 2012: KPK menolak penarikan 20 penyidik oleh Mabes Polri
24 September 2012: MA membatalkan vonis bebas kasus korupsi terhadap Bupati Sragen, Untung Wiyono dan menjatuhkan vonis 7 tahun penjara.
25 September 2012: Wacana Revisi UU KPK muncul di DPR. Draft Revisi UU 30 tahun 2002 yang melemahkan KPK beredar.
25 September 2012: MK memutuskan pemeriksaan Kepala Daerah tidak membutuhkan izin atau persetujuan Presiden. Putusan Nomor: 73/PUU-IX/2011 ini mengabulkan permohonan Judicial Review yang diajukan oleh ICW, YLBHI dan Koalisi.
27 September 2012: Miranda Swara Gultom dinyatakan bersalah dan divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, lebih berat daripada Nunun Nurbaeti yang dijatuhi vonis 2,5 tahun.
29 September 2012: Fraksi PKS menjadi fraksi pertama yang menyatakan secara terbuka menolak revisi UU KPK. Kemudian bergulir, semua fraksi kecuali Golkar ikut menolak revisi UU KPK.

OKTOBER
4 Oktober 2012: 28 penyidik KPK diangkat menjadi Pegawai Tetap KPK berdasarkan PP No. 63 tahun 2005 tentang SDM KPK.
5 Oktober 2012: Irjen Pol Djoko Susilo diperiksa KPK.
5 Oktober 2012: Malam hari, Anggota Kepolisian dari Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya mendatangi kantor KPK untuk mengangkap Novel. Hal itu menuai reaksi keras dari publik. Malam itu sampai pagi masyarakat mendatangi gedung KPK. Kapolri mengaku tidak mengetahui adanya insiden penangkapan penyidik KPK oleh penyidik dari Bengkulu.
6 Oktober 2012: 22 advokat menggabungkan diri membentuk Tim Pengacara Novel.
7 Oktober 2012: ratusan orang melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta dengan tagline: PRESIDEN DIMANA, DIMANA SBY dan menuntut agar Presiden bersikap menyelesaikan kisruh KPK vs POLRI
8 Oktober 2012: Presiden SBY menyampaikan pidato di Istana Negara menanggapi perkembangan tarik ulur kasus Driving Simulator di Korlantas Mabes Polri dan penarikan penyidik KPK.
12 Oktober 2012: Komisi III DPR-RI akhirnya mencabut bintang/menyetujui pencairan anggaran pembangunan gedung baru KPK.
16 Oktober 2012: Saweran KPK ditutup.
18 Oktober 2012: Wa Ode Nurhayato divonis 6 tahun dan denda Rp. 500 juta. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa 14 tahun penjara.
26 Oktober 2012: Korlantas Mabes Polri gugat KPK terkait penyitaan alat bukti dalam kasus driving simulator.
31 Oktober 2012: Masa penahanan 4 tersangka kasus driving Simulator yang ditangani Polri habis, para tersangka bebas.

NOVEMBER
9 November 2012 : ICW, perwakilan Wadah Pegawai KPK dan Kementrian Keuangan melakukan pertemuan untuk pembicaraan penyerahan saweran KPK.
20 November 2012: dalam rapat dengan Tim Pengawas Century, Ketua KPK mengumumkan bahwa KPK telah menemukan bukti yang cukup tentang indikasi korupsi dalam Bailout Bank Century, yang melibatkan dua orang: Budi Mulya dan Siti C. Fajriah. Dalam rapat ini, Ketua KPK Abraham Samad sempat mengatakan tidak dapat memeriksa Boediono, karena posisinya sebagai Wakil Presiden. Esoknya KPK meralat.
21 November 2012: DPR panggil 14 eks penyidik KPK dan lakukan rapat tertutup. Penyidik KPK yang didampingi Kabareskrim diminta menjelaskan “rahasia” KPK. Rapat ini dinilai melanggar etika dan dituding sebagai salah satu skenario baru pelemahan KPK.
23 November 2012: ICW dan KPK mendatangi Kementrian Keuangan untuk membahas teknis penyerahan Saweran KPK. Diputuskan Saweran akan diserahkan dengan mekanisme perbendaharaan Negara dalam bentuk Hibah Langsung.
27 November 2012:     Dua mantan penyidik KPK “curhat” di Mabes Polri tentang Ketua KPK
27 November 2012: PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan empat tersangka PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) dalam sidang praperadilan. Malamnya Kejaksaan Agung membebaskan 4 tersangka yang ditahan.

DESEMBER
3 Desember 2012: Irjen Pol. Djoko Susilo ditahan KPK di Rumah Tahanan Guntur atas kasus dugaan korupsi pengadaan driving Simulator.
10 Desember 2012: Presiden SBY terbitkan PP No. 103 tahun 2012 tentang perubahan PP No. 63 tahun 2005 tentang SDM KPK. Dalam proses penyusunan ini terjadi tarik-menarik kepentingan yang membahayakan SDM KPK. Setelah PP ditandatangani, KPK melansir dugaan adanya “pasal siluman” di PP tersebut, yaitu Pasal 5 ayat (9) PP 103 tahun 2012.
14 Desember 2012: Kejaksaan Agung gagal melakukan eksekusi terhadap terpidana korupsi, Bupati Aru, Teddy Tengko karena dihalang-halangi oleh sekitar 50 orang massa pendukung Teddy. Sebelumnya, MA telah menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Teddy karena terbukti melakukan korupsi dana APBD Kab Aru tahun 2006-2007 senilai Rp. 42,6 miliar.
20 Desember 2012: KPK menuntut Anggelina Sondakh 12 tahun penjara.
20 Desember 2012: Kejaksaan Agung mendakwa 3 karyawan Cevron dalam dugaan korupsi bioremediasi di Riau 2006-2011.

2 thoughts on “Tanggal-tanggal Penting bagi Pemberantasan Korupsi Tahun 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s